FrontPageTop

Waingapu.Com - Demo ratusan massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati dari relawan Paslon Matius Kitu dan Abraham Litinau (MK-AL) di

Sekretariat Panwaslu Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, Selasa (15/12) malam berujung ricuh. Kericuhan bermula disaat warga dihimbau untuk membubarkan diri oleh aparat, karena dinilai menggangu ketertiban umum.

Seperti disaksikan kala itu, massa didesak aparat ke arah Pasar Inpres Matawai dan ke arah SD Andaluri, saat waktu telah beranjak ke Rabu (16/12) dini hari.

Namun ditengah kondisi itu, petugas mendengar dan mendapati adanya lemparan batu ke arah petugas dan sekretariat Panwas, yang menjadi pemicu aparat bertindak tegas dengan melakukan pengejaran ke arah lemparan. Beberapa orang sempat diamankan ke Sekretariat Panwaslu.

Seorang yang diamankan nampak kesal dan tidak menerima perlakuan aparat yang dinilainya sangat berlebihan. Ia menyatakan tidak melakukan aksi pelemparan maupun provokasi melainkan hendak beranjak pulang namun justru digelandang aparat juga mengaku sempat dihujani pukulan oleh aparat. Seorang lainnya juga diamankan karena ditemukan membawa katepel.

Adapun aksi demo massa ini merupakan lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya, terutama aksi yang digelar siang harinya. Dimana aksi ini bermuara pada tuntutan agar Panwaslu setempat bertindak tegas terhadap laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan KPUD selaku penyelenggara Pilkada.

Pelanggaran penyelenggara yang dilaporkan diantaranya adalah, ditemukan Form C-1 yang difotocopy dan tanpa hologram, dan sejumlah pelanggaran lainnya. Massa melalui perwakilannya juga meminta Pawnwaslu untuk membatalkan pelaksanaan rekapitulasi suara yang akan digelar KPUD Sumtim hari ini.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top