FrontPageTop

Waingapu.Com - Sedikitnya empat puluh empat kepala keluarga (KK) di wilayah Ranu – Padira Tana, RT04/RW06, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten

Sumba Timur, NTT, tidak bisa mengusahakan lahan sawah miliknya. Pasalnya lebih dari sepuluh hektar lahan sawah warga terendam genangan yang tak kunjung surut hingga kini.

Warga yang ditemui, Kamis (02/02) siang di sekitar lokasi genangan menuturkan, genangan sejatinya telah menjadi momok bagi sawah mereka sejak tahun 2014 silam.

“Kalau setiap musim hujan selalu begini, tergenang dan kami tidak bisa tanam padi lagi pak. Ini sudah dari tahun 2014 lalu, dulunya lahan ini kering kami biasa tanam jagung tapi sejak ada saluran irigasi, justru jadinya begini setiap musim hujan,” jelas Andreas Hambawudi, yang mengaku miliki sawah seluas 60 are itu.

Lebih jauh Andreas menuturkan, ia bersama warga lainnya sudah kerap kali melaporkan kondisi lahan mereka kepada pemerintah kelurahan dengan masksud untuk diteruskan ke instansi terkait. Bahkan lanjut Andreas, lokasi tersebut telah beberapa kali di datangi oleh sejumlah oknum berseragam dinas bahkan kepolisian untuk diambil foto dan mengumpulkan informasi dari warga.

“Kami sekarang hanya bisa kasih tinggal begini Pak, apa daya kami. Sudah banyak yang datang foto di sini, katanya dari PU dan juga ada polisi yang datang, tapi sama saja tetap saja begini,” imbuh Andreas.

Domu Hukapati, warga lainnya yang ditemui menuturkan, kondisi genangan yang merendam lahan sawah ini beberapa hari lalu sempat didatangi pihak DPRD setempat.

“Kami akhirnya pergi menghadap pak Ketua DPRD, akhirnya dengan bantuan Pak Ketua dan juga anggota DPRD lain, mereka membantu kami dengan memberikan pipa paralon. Jadi kami bergotong-royong bangun dan pasang pipa buat pembuangan genangan ke sungai. Tapi yaa tetap saja masih tinggi ini air pak. Apalagi sekarang tiap hari hujan. Ini ada sekitar sepuluh hektar lebih yang seperti ini Pak,” jelas Domu.

Kendati demikian, baik Domu maupun Andreas tetap berterima kasih atas kepedulian dan bantuan dari pihak DPRD Sumtim.

“Kami berharap nantinya bisa secepatnya air surut jadi kami bisa kembali tanam padi. Kami juga ucap terima kasih buat pak Palulu P. Ndima selaku Ketua DPRD dan Pak Yonathan Hani sebagai anggota DPRD yang sudah membantu kami,” pungkas Domu diamini Andreas seraya menunjukan ketinggian air genangan yang masih cukup tinggi yakni hampir mencapai lutut orang dewasa itu.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top