Top Kanan
Top Kiri

Waingapu.Com - Berlabel Sekolah Luar Biasa (SLB) tak selamanya diperhatikan secara luar biasa. Malah kadang seakan dipandang biasa-biasa saja. Keperihatinan yang

dialami para siswa dan tenaga pendidik di sana bahkan dipandang lumrah. Apresiasi keperihatinan kondisi yang dialami para siswa dan tenaga pendidik di SLB Negeri Kanatang , Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, sejatinya segera dicarikan solusinya.

Betapa tidak, SLB ini sepanjang tahun 2017 berjalan hingga bulan April ini, dana operasional dan dana penunjang lainnya tidak jua terkucur oleh pemerintah Propinsi NTT ke lembaga pendidikan yang berlandaskan empati alias rasa sosial kemanusiaan itu.

Seperti dikemukakan oleh Dominggus D. Mbadi, Kepala SLB Negeri Kanatang, kala ditemui wartawan, Senin (03/04) siang kemarin, lembaga pimpinannya dalam suasana tertatih tetap berupaya menjalankan misi dan visi pendidikan bagi para kaum difabel.

“Dari bulan Januari hingga hari ini dana tidak ada sama sekali. Jadi untuk snack anak-anak sekolah yang UN dan Ujian Sekolah seperti hari ini saja kami swadaya. Dana operasional itu sama sekali belum turun,” tandasnya.

Yang juga memprihatinkan adalah kondisi tenaga pendidik yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) kabupaten maupun propinsi.

“Disini ada ada 16 PTT yang belum terima honor. Mereka itu diangkat dan didanai baik oleh Kabupaten maupun dari Propinsi. Kami yang PNS masih syukur gaji kami masih dilayani oleh kabupaten. Yang PTT ini belum juga terima honornya. Tapi beruntung mereka tetap masuk dan menjalankan tugasnya,” pungkas Dominggus.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top