Top Kanan
Top Kiri

Waingapu.Com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK sederajat di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, yang serentak dimulai Senin (03/04),

disambut antusias oleh para siswa dan siswi peserta juga para tenaga pendidik. Spirit itu juga nampak di Sekolah Luar Biasa Kanatang. Empat orang peserta UN serius mengerjakan soal-soal ujian, sekalipun dalam kondisi keterbatasan.

Seperti terpantau siang itu, empat peserta, peserta UN dan seorang peserta Ujian Sekolah (US) dipadukan dalam suatu ruangan ujian, dengan diawasi dua orang pengawas. Satu persatu soal berusaha dijawab dengan segala kemampuan mereka.

Adalah Antonius Tamu Ama, seorang peserta UN yang harus duduk di kursi roda karena kondisinya tidak memungkinkan untuk duduk di kursi layaknya teman-teman lainnya. Penyandang Tuna Daksa itu dalam kondisi prihatin tetap berusaha mengerjakan soal-soal Ujian Bahasa Indonesia.

“Saya bisa kerja soal-soal tadi, walau persiapan saya kurang matang. Yang sulit adalah soal peribahasa,” ujar Anton, yang ditemui selepas UN.

Dalam kondisinya yang terbatas itu, Anton masuk dan keluar ruang ujian dibantu dengan kursi roda yang di dorong rekan atau guru pembimbingnya. Ia bertekad akan tetap mengikuti UN hingga hari terakhir sekalipun dalam kondisi sakit.

“Kata dokter saya kena stroke, tapi saya tetap ikut UN sampai selesai. Saya kalau sembuh rencananya tahun depan mau lanjut kuliah,” imbuhnya Anton optimis seraya menceritakan sakit stroke menyerangnya sekira sebulan silam.

“Beliau memang kami perjuangkan untuk tetap bisa ikut UN. Apalagi dia memang punya tekad kuat untuk tetap ikut UN sampai selesai. Kami apresiasi itu dengan positif dan bantu dia denngan terus memberikan semangat. Apalagi dia memang selama ini berprestasi dan berkali-kali bawa kebanggaan bagi sekolah ini dalam berbagai ajang lomba,” papar Dominggus D. Mbadi, Kepala SLB, tentang profile Anton.

Sejak masih bersekolah di tingkat SDLB, demikian Dominggus, Anton sudah membanggakan sekolah. Meraih juara dalam bidang seni tari tradisional hingga tari modern.

“Dia juara di kabupaten bahkan di propinsi untuk tarian tradisional maupun modern. Dalam kondisinya dia memberikan kebanggan buat sekolah ini juga Kabupaten Sumba Timur. Bahkan dulu dia juara harapan untuk bidang IT dalam kreasi desain grafis tingkat nasional untuk para siswa penyandang disabilitas,” imbuh Dominggus.

Adapun dalam UN dan US kali ini, para peserta dari SLB Kanatang terdiri dari dua orang siswi dan tiga siswa. Mereka adalah penyandang tuna grahita, tuna laras dan tuna daksa.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top