Top Kanan
Top Kiri

Waingapu.Com – Anak-anak sekolah Minggu Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Kallu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT,

menunjukan teladan dan spirit mencintai alam lewat aksi simpatiknya. Tak sendiri, puluhan anak-anak itu bersama sembilan turis asal Jepang, Minggu (12/03) pagi tadi melakukan penanaman anakan mangrove/bakau di sekitar jembatan Manubara dan area batu payung Pada Dita.

Tak hanya berjibaku dengan lumpur, anak-anak dan para turis Jepang itu juga harus gesit dan sesekali menahan perih, seiring kaki telanjang mereka tergores tiram dan karang. “Saya tadi tanam dua belas pohon. Itu hari saya tanam hanya lima pohon saja, sekarang lebih banyak” ujar Ambu, seorang anak Sekolah Minggu berusia enam tahun dengan senyum malu-malu kala ditanya berapa banyak anakan mangrove yang ditanaminya.

“Saya sudah dua kali ke Sumba dan sudah dua kali tanam mangrove. Di Sumba ini panas dan pohonnya sedikit. Nanti saya mau tanam mangrove dan pohon lagi jika datang Sumba,” kata Mami Koga, wisatawan asal Jepang dengan bahasa Indonesia terbata-bata dan wajah nampak memerah seiring mentari yang mulai terik.

Adapun aksi penghijauan atau penanaman mangrove ini diinisiasi oleh Yayasan Radio Max FM bekerja didukung anak-anak sekolah minggu serta para wisatawan Jepang yang tergabung dalam Yayasan Life. Para wisatawan asal negeri sakura itu berasal terdiri dari para dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam aksi yang turut diramaikan oleh elemen Dinas Lingkungan Hidup Sumtim dan Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti itu, sebanyak dua ribu anakan mangrove sukses ditanami dan diharapkan bisa tumbuh subur, untuk menghijaukan pesisir juga mencegah terjadinya abrasi.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top