Top Kanan
Top Kiri

Waingapu.Com - “Basong Bilang, Beta sonde Tahu Adat, Beta Bilang Biar tooh. Wamu Nyumu, Nyungga Ndaningu Huringu, Wamu Nyungga Mattang Hiii” adalah sekelumit

penggalan ‘battle’ atau adu puisi berdialek Kupang dan Sumba yang dibawakan oleh Indahsari dan Artista, siswi SMA Kristen Payeti kala menjadi ‘bintang tamu’ pada Pentas seni (Pensi) SMA Negeri 01 Kambera, pekan silam.

‘Duel’ keduanya kala itu berhasil membius dan memukau penonton yang hadir dalam Pensi kala itu.
Suguhan Indahsari dan Artista itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari bakat atau potensi lainnya yang dimiliki oleh para siswa dan siswi SMA Kristen Payeti, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT.

“Kami selaku guru dan pembina dibuat kagum oleh potensi yang dimiliki para pelajar di sini. Bahkan mereka juga dikagumi dan diapresiasi kala tampil di SMAN 01 Kambera. Ini buah dari pembinaan optimal para guru pembimbing juga keseriusan para pelajar disini untuk mengembangkan potensi dan bakat yang mereka miliki,” jelas Maria Yuliana Galla, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Kristen Payeti kala ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (22/11) kemarin.

Lebih jauh dijelaskan Maria, sejumlah kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan bakat para siswa dan siswi dilakukan berkesinambungan dan serius.

“Kami di sini setiap Jumat ada kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan dan mengasah bakat para siswa. Ada futsal, sispala, drum band, sepakbola, volley dan aneka kegiatan lainnya. Rencananya bulan Januari 2017 nanti kami akan bentuk bengkel bahasa guna mengasah bakat pelajar dalam bidang puisi, teater, dan sastra,” imbuh Maria yang kala itu di dampingi Melkinus Teni Hawu dan Rohaniwaty Djami selaku pembina Osis.

Dalam kesempatan yang sama, Melkianus juga memaparkan, apa yang telah diasah dan dikembangkan para siswa dalam ragam kegiatan ektra kurikuler, telah pula ditampilkan dalam Pensi di SMA Kristen pada 10 November lalu.

“Para pelajar telah menunjukan aksi mereka dalam berbagai bidang seni pada Pensi yang digelar tanggal 10 November lalu. Kala itu yang ditampilkan antara lain Stand Up Comedy, Solo dan Vokal Group, Puisi berantai dan juga peragaan busana dan tarian tradisional serta modern dance,” imbuh Melkianus yang juga ketua Panitia dalam Pensi dimaksud diamini Rohaniwaty yang bertindak sebagai Sekretaris Panitia.

Terkait dengan battle puisi ‘Biar Tooh dan Mattang Hiii’ yang memukau dalam Pensi di SMAN Kambera lalu, Melkianus yang juga guru Bahasa Indonesia itu menyatakan puisi itu sejatinya merupakan gubahan dari puisi berjudul ‘Biarin’ karya sastrawan Yudistira A.N.M. Massardi.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain