FrontPageTop

Waingapu.Com - Alokasi anggaran lebih dari Rp. 250 juta yang bersumber dari APBD Sumba Timur (Sumtim), NTT pada tahun 2014, untuk pelaksanaan nonton bareng

(Nobar) film Pendekar Tongkat Emas (PTE) selama dua hari kini menjadi bidikan penyelidikan Kejaksaan Negeri setempat. Hingga kini penyidik Kejaksaan sedang dan terus melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata) untuk menelisik dugaan adanya penyelewengan dan kejanggalan alokasi dana dimaksud.

Kasie. Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Waingapu, M. Nur Eka Firdaus menjelaskan hal itu kepada wartawan, ketika ditemui beberapa hari lalu, usai melakukan penggeledahan di Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (Din-PU) Sumtim.

“Mengenai nonton bareng Pendekar Tongkat Emas yang dilakukan oleh Pemerintah Sumba Timur kami telah memulai melakukan Pulbaket dan Puldata. Proses nya terus berjalan dan ada beberapa pihak yang telah dan akan kami mintai keterangan apalagi dana yang dialokasikan mencapai ratusan juta,” jelas Firdaus.

Lebih lanjut Firdaus menambahkan, mestinya pihak produser Film itu yang harus mengeluarkan dana ataupun dalam bentuk barang untuk masyarakat Sumba Timur karena telah menggunakan wilayah Sumba Timur untuk kepentingan produksi Film.

Adapun film produksi Miles itu, telah dirilis dan menjadi tontonan menarik di sejumlah bioskop terkemuka tanah air sejak beberapa waktu lalu. Apalagi nama-nama beken seperti Nicholas Saputra, Eva Chelia Lesmana dan Reza Rahardian menjadi jaminan film ini menarik bagi penikmat film tanah air.

Beberapa pekan silam, Maramba Meha, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sumtim, ketika ditemui Wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, Dana sekira Rp. 295 juta di alokasikan dari APBD untuk kepentingan realisasi nobar.

”Sekitar 295 juta untuk biaya hotelnya, transportasi artis dan tim ke sini. Proposalnya dimasukan oleh Miles ke DPR dan Bupati. Saya kaget juga ketika ada proposal itu, dalam proses perjalan sidang anggaran di DPRD diputuskan oleh pak Ketua menyatakn ini 295 ke Pariwisata, mau tidak mau kebijakan ini kita terima saja karena secara teknis kita yang harus menjalankannya. Mereka (Miles,-red) inikan orientasinya bisnis, karena dorang shooting di Sumba Timur minimal terekspos keluar bahwa potensi di Sumba Timur menjanjikan kan itu tujuannya, mungkin saja jika mereka putar di tempat lain biayanya lebih tinggi,” paparnya.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top